Sekilas tentang open source

Sudah pernah dengar linux? Sudah pernah dengar Ubuntu? Sudah pernah dengar BlankOn? Sudah pernah dengar Fedora? FreeBSD? Kalau sudah, sepertinya tulisan ini tidak perlu dibaca lagi. PTapi, kalau belum sih, gue mau menjelaskan pakai bahasa yang simpel. Nggak usah lah, ada bahasa teknis macam daemon, terminal, library, console atau lain-lainnya. Toh, gue juga nggak begitu mengerti.

Apa itu Open Source Software?

Begini sederhananya, udah tau arti harfiahnya kan? Open = terbuka, dan source = sumber. Jadi artinya sumber yang terbuka. Jadi kalau misalnya gue buat software yang namanya hello, yang kalau dijalanin ngeluarin tulisan “Hello World” maka Anda berhak melihat barisan-barisan ini:


#include <stdio.h>
int main(){
printf(“Hello World !”);
return 0;
}

Sudah, nggak usah dipikirkan barisan kode itu artinya apa. Yang jelas kalau kode itu diproses dengan cara tertentu, akan menjadi software bernama hello. Proses itu namanya compile. Nah, artinya kalau gue ngasih anda software hello dan barisan kode-kode itu gue berikan ke anda juga dengan nama file hello.c, maka software hello gue adalah Open Source Software. Mengerti kan?

Nah, sekarang coba bandingkan dengan software yang biasa kita pakai. Bisa nggak kita tahu file dari software Microsoft Word sebelum di-compile? Nggak bisa euy, apa artinya? Microsoft Word bukan open source software. Tapi Mozilla Firefox bisa, artinya dia open source software. Kalau mau tahu caranya, silakan googling aja.

Kalau cuma dikasih kode gitu, apa kelebihannya dong?

Ah, open source software itu nggak cuma ngasih kode doang. Dia juga membolehkan si pengguna, atau siapa pun itu mengedit kode sesuai kebutuhannya. Misalnya karena si pengguna program hello yang tadi nggak paham bahasa Inggris, kita bisa sesuaikan sendiri. Misalnya jadi seperti ini

#include <stdio.h>
int main(){
printf(“Halo Dunia !”);
return 0;
}

Baris-baris di atas boleh diubah. Tapi, ada tapinya nih, tidak boleh mengklaim sebagai pembuat program. Itu saja. Jadi bisa disesuaikan dengan komputer si pengguna. Misalnya pengguna program punya komputer butut Pentium 133 MHz, 8 MB RAM, dan 512 MB Hardisk *RAHMAT HIDAYAT EMANG PALING OKE* dan ternyata si program nggak kuat dijalanin di situ, mungkin kita bisa menghilangkan fungsi-fungsi program yang nggak dibutuhkan biar kuat dijalankan di sana.

Cuma itu?

Enggak kok. Karena didasari semangat berbagi, software-software ini bisa kita peroleh secara gratis. Meski tidak selalu sih, tapi kebanyakan adalah gratis. Terus juga kita berhak ngopi-ngopi software tanpa dituduh menjadi pembajak. Boleh juga dikasihin ke orang lain, dipasang ke banyak komputer. Nggak seperti non Open Source Software yang kalau pas diinstall ngasih syarat macem-macem.dan kata dosen gue sih, banyak dari pengguna yang gak baca itu. P

Kalau nggak percaya bisa gratis, bisa dibuktikan kok. Coba pesan Ubuntu dari http://shipit.ubuntu.com. Daftar, isi formulir, beres. Tunggu tiga-empat minggu dan kiriman datang. Sayang pos Indonesia yang minta bayaran, tujuh ribu rupiah untuk kiriman dari Belanda. Bisa juga pesan OpenSolaris dari situs ini. Tunggu dua atau tiga minggu, dia akan datang dengan 1 CD terbungkus rapi. Sudah berisi sistem operasi lengkap beserta office dan perlengkapan standar yang biasanya ada.

Emang kenapa kalau gitu?

La, kalau dengan kebebasan di atas, kita bisa mengurangi pembajakan di Indonesia. konon, rakyat Indonesia itu pembajak peringkat 12 dunia dengan 84% software di Indonesia adalah bajakan di tahun 2007. Angka yang mengerikan. Entah berapa juta dolar yang seharusnya didapat orang-orang sana di negara ini. Katanya sih, merugikan orang lain itu perbuatan tercela.

Meski kalau semua pindah ke open source orang-orang itu juga nggak bakal dapat jutaan dolar dari sini sih. Tapi setidaknya tidak merugikan mereka, atau setidak-tidaknya tidak melanggar yang selalu kita “I Accept” saat instalasi software.

Software apa aja yang udah Open Source?

Macem-macem kok. Untuk sistem operasi sudah ada linux dengan segala macam variannya itu. Untuk office juga sudah ada Open Office. Untuk bermain-main dengan gambar juga sudah ada GIMP. Sepertinya mereka semua juga sudah tersedia versi Windowsnya. Saran gue sih, kalau belum kuat hijrah dari Windows, pakai saja software-software lain yang Open Source.

<!–[if !mso]> <! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } –>